top of page
  • Writer's pictureI Putu Sampurna

SPSS : MENGUJI KESAMAAN DUA RATA-RATA Data Tidak Berpasangan

Updated: Aug 24, 2023


Pengujian kesamaan dua rata-rata dapat dilakukan dengan berbagia uji tergantung dari cara melakukan penelitian tidak berpasangan atau berpasangan dan juga skala pengukuran yang diupakai yaitu nominal, ordinal, interval atau rasiopanal.

Data tidak berpasangan dengan skala pengukuran nominal diuji dengan uji Khi-kuadrat, data dengan skala pengukuran ordinal diuji dengan Uji Wilcoxon Man-Whitney, data dengan skala pengukuran interval atau rasional di uji dengan uji T tudak berpangan

Seorang peneliti ingin menambah aplatosin sebanya 20 % pada ransum itik Bali terhadap antibody, pH dan kadar protein darahnya. Untuk tujuan tersebut dipelihara 30 ekor itik, 15 ekor diberikan ransum tanpa aplatosisn (Ransum 1)dan 15 ekor lagi diberikan ransum dengan aplatosin 20 % (Ransum 2) seperti Tabel berikut :

Tabel Data Hasil Penelitian

Panggil Program SPSS

Klik Variabel View, maka muncul Gambar Kotak Diolog Variable View. Ketik Ransum, Ulangan, AniBody, pH dan Protein pada kolom Name dan Jenis Ransum, Ulangan, Ada Tidaknya Anti Body, pH Darah dan Kadar Protein Darah pada kolom Label


Gambar Kotak Diolog Variable View

Klik pada ujung baris Ransum kolom Values, maka muncul Gambar Value Label.

Ketik kotak Value ketik 1 dan Label ketik Tidak Diberikan Aplatosin, lalu Add

Ketik kotak Value ketik 2 dan Label ketik Diberikan Aplatosin 20%, lalu Add

Gambar Value Label

Klik Data View pada Gambar Kotak Diolog Variable View, maka muncul Gambar Data View, lalu salin Data pada Tabel Kotak Diolog Variable View ke Gambar Data View.

Gambar Data View

Lakukan Analisis Data

Data Skala Pengukuran Nominal

Data anti body data tidak berpasangan dengan skala pengukuran Nominal, maka menguji pengaruh Ransum diuji dengan Uji Khi-Kuadrat.

Klik Analyze, pilih Descretive Statistics ►lalu klik Crosstab, mka muncul Gambar Descretive Statistics Crosstab.

Gambar Descretive Statistics Crosstab.

Pindahkan Ada Tidaknnya Anti Body ke kotak Row(s) dan Jenis Ransum ke kotak Column(s).

Gambar Crosstabs Cell Disply

Kemudian klik Cells dan tandai Cells,maka muncul Gambar Crosstabs Cell Disply, lalu centang Observed, Expected, Row dan Total, klik continue maka kembali ke Gambar Descretive Statistics Crosstab Klik OK

Gambar Crosstabs Cell Disply

Setelah klik Ok pada Gambar Descretive Statistics Crosstab, maka diperoleh hasil sebagai berikut :


Jadi hasil yang diperoleh dapat disimpulkan pemberian ransum dengan aplatosin 20% didak berpangauh nyata (P>0.05) terhadap ada tidaknya anti body pada itik (0.462>0.05)

Data Skala Pengukuran Ordinal

Data pH darah data tidak berpasangan dengan skala pengukuran Ordinal, maka menguji pengaruh Ransum diuji dengan Uji Wilcoxon Menn-Whithney.

Klik Analyze Cari Nonparametric Test ► Klik Legacy Dislogs ► klik 2 Independent Sample, maka muncul Gambar Two Independent Sample Tests.


Gambar Two Independent Sample Tests

Pindahkan pH Darah ke Test Variable List dan pindahkan Ransum ke Grouping Variable, lalu klik Gouping Variable hingga muncul Difine Group, lalu ketik angka 1 pada kotak Group 1 dan angk 2 pada kotak Goup 2, ingat centang Mann-Whithney U Klik Continu, Lalu Klik OK, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Kesimpulan : Jumlah Ranking yang diberikan Aplatosin 20% 231, sedanglkan yang tidak diberikan 234. Nilai Z = -0.072 atau harga mutlaknya 0.072 (P>0,05) atau (P = 0,943), Jadi dapat disimpulkan pemberian aplatosin 20% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH darah itik.

Data Skala Pengukuran Rasional

Data Kadar Protein Darah data tidak berpasangan dengan skala pengukuran Rasional, maka menguji pengaruh Ransum diuji dengan Uji Uji T tidak berpasangan.

Klik Analyze Cari Compare Means ► klik Independent Sample T Test, maka muncul Gambar Independent Samples T Test. klik Gouping Variable hingga muncul Difine Group, lalu ketik angka 1 pada kotak Group 1 dan angk 2 pada kotak Goup 2.









Gambar Independent Samples T Test

Klik Continu, maka muncul kembali Gambar 5.1.8, Lalu Klok OK, maka diperoleh hasil sebagai berikut :


Kesimpulan :

Ragam Homogen (P>0,05) atau (P=0,762)

Pemberian Aplatosin 20% berpengaruh sangat nyata (P<0,01) atau (P<0.000) terhadap

kadar protein darah itik.

Hasil uji t dapat juga dibuatbagai grafik sebagai berikut ; Klik Graphs ►Legacy Dialogs ► Klik Error Bar, lalu Klik Define, maka muncul Gambar Difine Simple Error Bar


Gambar Difine Simple Error Bar

Pindahkan Kadar Protein Darah ke Variabel, Jinis Ransum ke Category Axis, Klik OK

Maka diperoleh Gambar berikut :


PUSTAKA

  1. Sampurna IP, TS Nindhia. 2019. Biostatistika. Penerbit Puri Bagia. https://www.puribagia.com/blog/categories/buku Diterbitkan Online melalui nulisbuku.com/view-profile/90381/l%20Putu-Sampurna

  2. Sampurna, IP. (2019). Aplikasi SPSS Grafik dalam Biostatistika. Penerbit PuriBagia. https://www.puribagia.com/blog/categories/buku. Diterbitkan secara online nulisbuku.com/view-profile/90381/l%20Putu-Sampurna

Data tidak berpasangan bisa dicopy atau disalin ke Program SPSS


Data Tidak Berpasangan
.xlsx
Download XLSX • 10KB


Uji Chi-square untuk data yang telah di tabulasi dalam bentuk Tabel Du Arah

Misalnya ingin mengetahui apakah kesembuhan luka tergantung dari jenis obat yang diberikan.

Untuk tujuan tersebut dilakukan pengobatan dengan 3 jenis obat selama 1 bulan, dan diperoleh data sebagai berikut :

Data Kesembuhan Tiga Jenis Obat

Klik Variabel View, maka muncul Gambar Kotak Diolog Variable View. Pada kolom Name ketik Jenis_Obat, Kesembuhan, dan Data, pada kolom Label ketik Jenus Obat, Kesemguhan dam Data (ekor).


Gambar Kotak Diolog Variable View.

Untuk melengkapi Kotak Dialog Variable View, klik pada ujung kiri atas Value baris 1, maka muncul Gambar Value Labels, ketik 1 pada Value dan A pada Label lalu klik Add, ketik 2 pada Value dan B pada Label lalu klik Add, ketik 3 pada Value dan C pada Label lalu klik Add, setelah itu klik Ok


Gambar Value Labels

Setelah itu klik pada ujung kiri atas Value baris 2, maka muncul Gambar Value Labels, ketik 1 pada Value dan Sembuh pada Label lalu klik Add, ketik 2 pada Value dan Tidak Sembuh pada Label lalu klik Add, setelah itu klik Ok


Gambar Value Labels

Klik Data View pada Gambar Kotak Diolog Variable View, maka muncul Gambar Data View, lalu salin Data pada Tabel Kotak Diolog Variable View ke Gambar Data View.


Gambar Data View

Lakukan analisis Data, pertama klik Data cari Weight Cases lalu klik, maka muncul GambarWeight Cases. Klik Weight by, lalu pindahkan Kesembuhan ke kotak Frequency Variable


Gambar Weight Cases

Setelah itu klik Ok, selanjutnya klik Analyze, pilih Descretive Statistics ►lalu klik Crosstab, mka muncul Gambar Descretive Statistics Crosstab.



Gambar Descretive Statistics Crosstab.


Pindahkan Jenis Obat ke kotak Row(s) Kesembuhan ke kotak Column(s)

Gambar Crosstabs Cell Disply

Setelah klik Ok pada Gambar Descretive Statistics Crosstab, maka diperoleh hasil sebagai berikut :


Hasil Analisis



Jadi kesimpulannya kesembuhan luka sangat nyata (P<0.01) tergantung dari jenis obat yang diberikan.


Untuk menggambar Klik Graphs, lalu cari Legacy Dialogs. lalu klik Pie, pilih Summaries for groups of cases


Gambar Difine Pie Summariesfor Groupsof Cases

Lengkapi gambar terdsebut, dengan memindahkan Kesembuhan ke Define Slices by, Jenis Obat ke Rows, lalu klik Ok maka diperolehr Grafik Pie

Perbaiki Grafik yang diperoleh, Klik-klik Grafik yang diperoleh, klik Elements, pilih dan klik Show data labels, lengkapi sampai diperoleh gambar dibawah ini


Gambar Properties


Klik Close, maka diperoleh grafik Pie


Graph



Tabel Kesembuan Luka
.xlsx
Download XLSX • 11KB




4,317 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post
bottom of page