top of page
  • Writer's pictureI Putu Sampurna

SPSS : RAK POLA SILANG (FAKTORIAL)

Updated: Aug 24, 2023



Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial AxB yaitu terdiri dari dua variabel bebas atau faktor (A dan B) dan kedua faktor tersebut diduga saling berinteraksi dan kedua faktor tersebut termasuk dalam klsfikasi silang. Terdapat satu variabel pengganggu atau sampingan yang disebut kelompok dan tidak berinteraksi dengan variabel bebas.

Sebagi Contoh :

Seorang ingin mengetahui pengaruh Konsentrasi dan lama Desinfeksi Hidrogen Peroksida (H2O2) terhadap jumlah bakteri E coli per ml air limbah RPH Pesanggaran Denpasar. Konsentrasi Hidrogen Peroksida (H2O2) yang diberika 0,0%, 0,15%, 0,30% dan 0,45% dan lama Desinfeksi 0, 2, 4 dan 6 jam. Pengambilan sampel air limbah sebanyak 8 liter untuk diberikan perlakuan, yaitu dibagi menjadi 16 kombinasi perlakuan, dengan cara yang sama diulang sebanyak 3 kali, dan pengambilan sampel dilakukan setiap 4 harti sekali.

Tabel Jumlah Bakteri E. Coli (Data Transformasi Log Y).


Memasukkan data melalui Programe

Komputer telah siap dengan Program SPSS, Klik Variable View pada pojok kiri bawah, kemudian pada Kolom Name ketik K, L, Kelompok dan Ecoli, pada Kolom Type Numeric, kolom Label ketik Jenis Konsentrasi Hidrogen Peroksida, Lama Lama Desinfeksi(jam(, Kelompok dan Log. Jumlah E. coli seperti tampak pada Gambar Kotak Dialog Variable View

Gambar Kotak Dialog Variable View .

Klik Data View, maka muncul Gambar Kotak Dialog Data View, pindahkan atau salin Tabel Jumlah Bakteri E. Coli (Data Transformasi Log Y). ke Gambar Kotak Dialog Data View, sehingga diperoleh Gambar Kotak Dialog Data View yang telah lengkap diisi data tiap kolomnya.


Gambar Kotak Dialog Data View


Analisis Ragam (Analisis Varian )

Analisis Ragam (Analisis Varian ) dilakuakan untuk menguji pengaruh Konsentrasi Hidrogen Peroksida dan Lama Desinfeksi terhadap Log. Jumlah E coli air limbah RPH Pesanggaran, apakah ada pengaruhnya atau tidak, apakah terdapat interaksi yang nyata antara Konsentrasi Hidrogen Peroksida dengan lama desinfeksi (K*L). Disamping itu untuk mengetahui pengaruh Kelompok terhadap Log Jumlah E coli air limbah RPH Pesanggaran. Sedangkan uji setelah analisis ragam diperlukan untuk mengetahui apa ada perbedann mean (rataan) Log jumlah E coli antara Konsentrasi Hidrogen Peroksida yang diberikan dan antara lama desinfeksi 0, 2, 4, dan 6 jam yaitu dengan Uji Duncan. Disamping itu juga dicari EM Means untuk mencari interaksi antara Konsentrasi Hidrogen Peroksida dengan Lama Desinfeksi dengan melihat estimasi rata-ratanya. Prosedur analisis ragam dan uji rataannya sebagai berikut

Klik Analyze, kemudian pilih Linear Model, Kelik Univariate, maka muncul Gambar Kotak Dialog Univariate

Klik Log Jumlah E coli, pindahkan dengan tanda ►ke Dependent Variable

Klik Kelompok, pindahkan dengan tanda ►ke Fixed Factor*s

Klik Konsentrasi Hidrogen Peroksida, pindahkan dengan tanda ►ke Fixed Factor*s

Klik Lama Desinfeksi, pindahkan dengan tanda ►ke Fixed Factor*s

Klok Post Hoc, maka muncul Gambar Post Hoc Tests

Klik K, pindahkan dengan tanda ►Post Hoc Tests for. Klik L, pindahkan dengan tanda ►Post Hoc Tests for. Tandai dengan tanda V pada Kotak Duncan, kemudian Klik Options , lalu klik EM Means

Pindahkan K*L ke Display Means for, Klik Continue, kembali ke Gambar Kotak Dialog UnivariateKlk OK, maka diperoleh hasil sebagai berikut :


Kesimpulan Analisis Vararian :

Kelompok (Waktu pengambilan sampel) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri E coli per ml air limbah RPH Pesanggaran denpasar (lihat Sig 0,475>0,05),

Konsentrasi Hidrogen Peroksida dan lama Desinfeksi berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap jumlah bakteri E coli per ml air limbah RPH Pesanggaran denpasar (lihat Sig 0,000< 0,01).

Terjadi interaksi yang sangat nyata (P<0,01) antara Konsentrasi Hidrogen Peroksida dengan Lama desinfeksi terhadap jumlah bakteri E coli per ml air limbah RPH Pesanggaran denpasar (lihat Sig 0,000<0,05)..

Kesimpulan Uji Duncan :

Makin tinggi Konsentrasi Hidrogen Peoksida yang diberikan terjadi penurunan jumlah bakteri E. coli yang nyata (P>0,05).

Makin lama waktu Desinfeksi terjadi penurunan jumlah bakteri E coli yang nyata (P<0,05).

Kedua uji Duncan tersebut diatas dilakukan pada Alpha 0,05, sehingga disimpulkan nyata (P<0,05)

Gambar High LoW

Komputer telah siap dengan Program SPSS, Klik Variable View pada pojok kiri bawah, kemudian ketik pada Kolom Name ketik Protein, Darah, SE, B dan, BA, pilih String untuk Protein dan Numeric untuk yang lain pada kolom Label ketik Suplementasi Jenis Protein, Sel Darah Merah, SE, Batas Bawah dan Batas Atas, maka diperoleh Gambar Kotak Dialog Variable View

Gambar Kotak Dialog Variable View.

Klik Data View, maka mumcul Gambar Kotak Dialog Data View, kemudian pindahkan hasil

Estimated Marginal Means, ke Gambar Kotak Dialog Data View.

Gambar Kotak Dialog Data View.

Klik Graph, Legacy Diologs, kemudian pilih dan Klik High Low, Klik Clustered High Low Close, kelik Summaries for Group of Cases, lalu Klik Define, maka muncul Gambar Define Clustered High-Low-Close

Pindahkan BA ke kotak High, BB ke kotak Low, Log JUmlah E. coli ke kotak Close, Lama Desinfeksi ke kotak Category Axis dan Kosentrasi Hidrogen Peroksida ke Define Cluster bay

Gambar Define Clustered High-Low-Close

Klik Ok, maka diperoleh grafik sebagai berikut :



Keterangan : Gambar estimasi: rata-rata log jumlah E coli dengan selang kepercayaan 95% yang batas bawah dengan batas atas saling berpotongan menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0.05)m sedangkan yang tidak saling berpotongan menunjukkan berbeda nyata (P<00.05).

Kesimpulan : Jumlah log bakteri E coli pada kosentrasi 0,00 ppm terjadi peningkatan yang nyata (p<0.05) dari lama desinfeksi 0, 2, 4, dan 6 jama (batas ats dengan bats bawah tidak saling berpotongan)., sedangkan jumlah log bakteri E coli pda kosentrasi hydrogen peroksida 0,15, 0.30 dan o.45 ppm terjadi penurunan yang nyata (P<0.05).

Jumlah log bakteri E coli pada desinfeksi hydrogen peroksina pada lama desiunfeksi 0 jam antara 0.00 ppm tidak berbeda nyata (P>0.05) dengan 0.15 ppm, tetapi berbeda nyata dengan 0,30 ppm, demekian pula antara 0,30 ppm dengan 0,45 ppm.

Jumlah log E coli pada pada lama desinfeksi 2 jam terjadi penurunn jumlah log E coli daria 0 ppm sampi 0.30 ppm, sedangkan antara 0,30 ppm tidak berbeda nyata (P>0.05) dengan 0.45 ppm.

JUmlah log E coli pada lama desinfeksi 4 jam terjadi perbedaan yang nyata (P<0.05) dari 0 ppm sampai0.45 ppm

Jumlah log bakteri E coli pada lama desinfeksi 6 jam nyata (P<0.05) paling rendah pada kosentrasi hydrogen peroksida 0.45 ppm, tetapi antara kosentrasi hydrogen peroksida 0.15 ppm tidak berbeda nyata (P>.0.05) dengan 0.30 ppm.

Analisis Regresi.

Analisis regresi dapat dilakukan secara serempat pada kedua variabel bebas atau faktor dengan junlah log E coli, karena kedua variabel bebas kuantitatif.

Ploting data dengan Scater Dot dilakukan sebelum melakukan analisis Regresi, yaitu dengan jalan :

Klik Graphs ►Legacy Dialogs, lalu klik Scatter/Dot, pilih Simple, ;laluy klik Define, maka mumcul Gambar Simple Scatterlot

Gambar Simple Scatterlot

Pindahkan Log Jumlah E. coli ►ke Y Axis, Lama Disinfeksi ►ke X Axis dan Kosentarsi Hidrogen Peroksida ►ke Set Markers by. Klik OK, maka muncul grafik dibawah ini

Ada kalanya peneliti sudah menganggap cukup sampai mendapatkan grafik diatas, jika ingin mencari persamaannnya, maka lakukan analisi regresi.

Analisis regresi diperlukan untuk mencari hubungan antara Konsentrasi Hidrogen Peroksida (K) dan Lama Desinfeksai (L) dengan log jumlah E coli (Y), oleh karena kedua faktor yaitu faktor konsentrasi hydrogen peroksida dan faktor lama desinfeksi bersifak kualitatif, maka kita lakukan Analisis Regresi antara Konsentrasi Hidrogen Peroksida (K) dan Lama Desinfeksai (L) dengan log jumlah E coli (Y). Persamaan regresi penduga adalah masing-masing dalam bentuk polinom pangkat 3, serta interaksinya, dengan persamaan garis Regresi dugaan sebagai berikut :

Kita kembali ke Gambar Data View, hilangkan atau delete Kelompoknya, lalu Klik Compute, maka muncul Gambar Data View data jumlah loh E coli

Ketik KK pada Target Variable dan K**2 pada Numeric Expression, Klik OK

Denan cara yang sama :

Ketik KKK pada Target Variable dan K**3 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik LL pada Target Variable dan L**2 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik LLL pada Target Variable dan L**3 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KL pada Target Variable dan K*L pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KLL pada Target Variable dan K*L**2 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KLLL pada Target Variable dan K* L**3 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KKL pada Target Variable dan K**2*L pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KKLL pada Target Variable dan K**2*L**2 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KKLLL pada Target Variable dan K**2* L*3 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KKKL pada Target Variable dan K**3*L pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KKKLL pada Target Variable dan K* *3*L**2 pada Numeric Expression, Klik OK

Ketik KKKLLL pada Target Variable dan K**3*L**3 pada Numeric Expression,

Klik OK, maka tampak seperti Gambar Data View Hasil Transformasi


Gambar Data View Hasil Transformasi

Klik Analyze, pilih Regression, kemudian Lenear, maka muncul Gambar Linear Regression

Gambar Linear Regression

Klik Log Jumlah E coli, kemudian dengan tanda ► ke kotak Dependent

Klik Konsentrasi Hidrogen Peroksida (K), Lama Desinfeksi (L), KK, KKK, LL, LLL, KL, KLL, KLLL, KKL, KKLL, KKLLL, KKKL, KKKLL, KKKLLL, kemudian dengan tanda ► ke kotak Independent(s)

Pilih atau Klik Stepwise pada kotak Method

Klik Ok maka diperoleh hasil analisisnya (dalam tampilan hasil analisis sebagian yang dianggap tidak penting telah di delete)


Untuk bisa menggambar dalam satu Grafik, maka kita buat Data View seperti Gambar Data View Dugaan dengan Kolom diisi dengan K, L dan Y, pada K dan Y datanya diisi seperti Gambar Data View Dugaan

Lekapi Kolom Y dengan melakukan tranformasi data, seoeri Gambar Kotak Dialog Tranformasi Regresi

Gambar Kotak Dialog Tranformasi Regresi

Gambar Data View Dugaan

Klik Graphs, pilih dan Klik Line, Klik Mutiple, Klik Difine, maka muncul Gambar Kotak Dialog Define Multiple Line. tandai atau Klik Other statistic (e.g. mean).

Klik Log Jumlah E coli (Y), pindahkan dengan tanda ►ke Variable

Klik Lama Desinfeksi ), pindahkan dengan tanda ►ke Catagori Axis

Klik Konsentrasi Hidrogen peroksida, pindahkan dengan tanda ►ke Define Lines by


Gambar Kotak Dialog Define Multiple Line.

KLik OK, mka diperoleh grafik sebagai berikut:

Dari Grafik diatas dapat disimpul;kan bahwa :

Makin tinggi konsentrasi Hidrogen Peroksida yang diberikan jumlah bakteri E coli semakin menurun.

Semakin lama waktu Desinfeksi yang diberikan Hidrogen Peroksida jumlah E coli-nya semakin menurun, sedangkan yang tidak diberikan Hidrogen Peroksida (0,00) jumlah E coli-nya semakin meningkat.

PUSTAKA

  1. Sampurna, I.P., dan T.S, Nindhia. 2008. Analisis Data dengan SPSS dalam Rancangan Percobaan. Penerbit Udayana Press. ISBN: 978–979–8286–40–7. Cetakan 1 Mei 2008.

  2. Sampurna IP, TS Nindhia. 2019. Biostatistika. Penerbit Puri Bagia. https://www.puribagia.com/blog/categories/buku Diterbitkan Online melalui nulisbuku.com/view-profile/90381/l%20Putu-Sampurna

  3. Sampurna, IP. (2019). Aplikasi SPSS Grafik dalam Biostatistika. Penerbit PuriBagia. https://www.puribagia.com/blog/categories/buku. Diterbitkan secara online nulisbuku.com/view-profile/90381/l%20Putu-Sampurna

Data RAK Silang (Faktorial) bisa di Copy atau di Salin ke Program SPSS

Data RAK Silang (Faktorial)
.xlsx
Download XLSX • 10KB


3,227 views0 comments

Recent Posts

See All

댓글


Post: Blog2_Post
bottom of page